Perencanaan Realisasi Produk
Perencanaan adalah proses mendefinisikan
tujuan organisasi, menyusun strategi guna mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi.
Tujuan perencanaan adalah memberi pengarahan, mengurangi ketidakpastian dan
menghilangkan pemborosan serta menentukan standar yang akan digunakan.
Keinginan setiap organisasi ialah menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk
merealisasikan produk yang berkualitas, harus ada perencanan yang baik dan
matang antar unit kerja.
ISO 9001:2008 - 7.1
Perencanaan realisasi produk
Organisasi harus merencanakan dan mengembangkan proses yang diperlukan untuk
merealisasikan produk. Perencanaan realisasi produk harus sesuai dengan
persyaratan proses-proses sistem manajemen mutu yang lain (lihat 4.1).
Dalam perencanaan realisasi produk, organisasi harus menetapkan yang berikut,
jika sesuai:
a.
sasaran
mutu dan persyaratan mutu produk,
b.
kebutuhan
untuk penetapan proses dan dokumen serta ketersediaan sumber daya yang spesifik
bagi produk,
c.
kegiatan
verifikasi, validasi, pemantauan, pengukuran, inspeksi dan uji yang spesifik
bagi produk dan kriteria keberterimaan produk,
d.
rekaman
yang diperlukan untuk menunjukkan bukti bahwa proses realisasi produk dan
produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan (lihat 4.2.4).
Output perencanaan harus dalam bentuk yang sesuai dengan metode operasi
organisasi
Catatan 1: Sebuah dokumen yang menetapkan proses-proses sistem manajemen mutu
(termasuk proses realisasi produk) dan sumber daya yang digunakan bagi suatu
produk, projek atau kontrak tertentu dapat dinamakan rencana mutu (quality
plan).
Catatan 2: Organisasi dapat juga menerapkan persyaratan yang ditetapkan dalam
7.3 sebagai pengembangan proses realisasi produk
Realisasi produk berlangsung
melalui berbagai proses atau operasional kerja. Standar iso 9001 mewajibkan
perencanaan setiap proses kerja guna merealisasikan produk.
Semua proses di bawah ini dibutuhkan untuk merealisasikan produk, misalnya
proses penanganan
order pelanggan (lihat Memenuhi Permintaan
Pelanggan)
proses pembelian
proses budgeting
proses kalibrasi
proses perencanaan
produksi
pendokumentasian
proses desain
Bentuk perencanaan untuk merealisasikan produk tentu berbeda-beda. Hal ini
bergantung pada sifat pesanan. Permintaan pelanggan bisa bersifat order yang
berulang-ulang (repetitive nature), proyek (project oriented),
inovasi atau kombinasi.
Menangani order yang berulang-ulang tentu tidak memerlukan perencanan yang
rumit. Bentuk perencanan ini misalnya menyiapkan prosedur atau dokumen-dokumen
yang terkait.
Apabila order yang diterima dari pelanggan tidak berulang atau bersifat
project, Anda memerlukan perencanaan khusus tiap-tiap proyek. Output perencanaan
ini dalam istilah ISO 9000 dinamakan “quality plan”. Anda mungkin menggunakan istilah project plan atau
istilah-istilah lain. Penjelasan quality plan dapat dilihat
dalam box di atas.
Pekerjaan kompleks tentu membutuhkan perencanaan lebih rinci. Misalnya,
perencanaan meliputi daftar proses operasional berikut tahapan verifikasi,
dokumen atau rekaman yang perlu dibuat, aloksi sumber daya, dll.
Komentar
Posting Komentar